Wimax Terancam Molor Hingga Tahun Depan

Layanan pita lebar Wimax nampaknya masih belum akan unjuk gigi tahun ini. Akses internet cepat nirkabel yang sempat ditunggu-tunggu itu terancam molor lagi kehadirannya hingga 2011 mendatang.

Menurut Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, dari lima perusahaan yang masih mengantungi lisensi broadband wireless access (BWA) di pita 2,3 GHz, sejauh ini baru First Media yang siap menggelar jaringan pita lebar Wimax.

“Masih banyak kendala teknis, masalah di (802.16)d dan (802.16)e. Kami tidak mau e nanti jadi mobile (tetap pertahankan d), sementara yang d masih mahal. Itu yang perlu dicari jalan keluarnya. Kami akan duduk bersama, bisa nggak harga ditekan,” kata Budi saat ditemui di kantor Kementerian Kominfo.

Selain First Media, empat perusahaan lain yang juga mengantungi lisensi Wimax adalah Telkom, Indosat Mega Media, Berca Hardayaperkasa, dan Jasnita Telekomindo. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda pergerakan di frekuensi 2,3 GHz.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewa Broto, sejak izin prinsip para pemenang tender Wimax itu diterbitkan 9 November 2009 lalu, seharusnya pada November 2010 mendatang, seluruh perusahaan sudah mulai memanfaatkan lisensinya.

“Sejak izin prinsip keluar mereka tinggal mengajukan ULO (uji laik operasi) dan kemudian jika lulus mereka bisa langsung komersial. Izin prinsip ini berlaku satu tahun. Tapi jika mereka belum roll-out, masih ada satu tahun lagi. Baru setelah itu izinnya bisa kami cabut,” jelas Gatot pada detikINET, Jumat (13/8/2010).

Dengan kelonggaran aturan seperti itu, akhirnya banyak operator yang tak segera membangun. Kabarnya, banyak yang menunggu angin perubahan kebijakan soal standardisasi Wimax fixed nomadic 16d atau fixed mobile 16e.

Tak cuma empat operator lain yang kabarnya menunggu perubahan itu, namun juga First Media yang tak lama lagi menggelar Wimax miliknya lewat brand Sitra Wimax.

“Kami akan grand launch Wimax pada akhir September nanti. Saat ini kami baru soft launch saja,” ucap Presiden Direktur First Media Hengkie Liwanto.

Ketika ditanya mengenai kesiapan infrastruktur jaringan, Hengkie terkesan belum siap. “Kami sudah mengarah ke-40 BTS untuk di Jakarta. Namun untuk terminal CPE-nya belum siap, perangkatnya masih terlalu besar dan mahal.”

Walau begitu, First Media tetap optimistis, Wimax bisa menjadi pelengkap akses internet pelanggan yang belum terlayani jalur kabel. Targetnya pun tak main-main, satu juta pengguna dalam dua tahun.

“Wimax lebih stabil dari 3G. Namun jika untuk broadband di atas 10 Mbps, atau bahkan 100 Mbps, tentu masih lebih bagus jaringan kabel,” tandas Hengkie.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: